PASI Knowledge Space Hadir di Kabupaten Bekasi, Edukasi Kesejahteraan Hewan dan Telur Cage-Free untuk Ibu-Ibu PKK
Bekasi, 06 Juni 2026 – perkumpulan Ayam Sejahtera Indonesia (PASI) kembali melanjutkan rangkaian kegiatan PASI Knowledge Space, sebuah program edukasi yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesejahteraan hewan serta pengetahuan tentang telur ayam yang berasal dari sistem pemeliharaan cage-free.
PASI Knowledge Space menjadi salah satu langkah PASI dalam membangun kesadaran masyarakat secara lebih luas mengenai kesejahteraan hewan. Edukasi dilakukan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga isu kesejahteraan hewan tidak hanya menjadi pembahasan di kalangan industri atau pemerhati hewan, tetapi juga dapat dipahami oleh masyarakat umum.
Kali ini, PASI Knowledge Space hadir di Perumahan Taman Alamanda Regency, Karang Satria, Kabupaten Bekasi, dengan memberikan edukasi kepada puluhan ibu-ibu PKK RT 03 RW 21. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya PASI untuk memperluas pengetahuan masyarakat mengenai bagaimana kesejahteraan ayam petelur berkaitan dengan proses produksi telur yang dikonsumsi sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar kesejahteraan hewan, kondisi pemeliharaan ayam petelur, hingga pengenalan sistem cage-free, yaitu sistem pemeliharaan ayam yang tidak menggunakan kandang baterai sehingga ayam memiliki ruang untuk bergerak dan mengekspresikan perilaku alaminya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu-ibu PKK aktif menyimak materi, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan Hal tersebut menjadi menarik karena pengetahuan masyarakat mengenai kesejahteraan hewan dan telur cage-free di lingkungan tersebut masih tergolong terbatas. Sebagian besar peserta sebelumnya masih beranggapan bahwa semua telur ayam pada dasarnya sama, sementara perbedaan yang lebih sering mereka kenal adalah telur dengan klaim tertentu, seperti telur omega
Melalui kegiatan ini, PASI berupaya membuka perspektif baru bahwa perbedaan telur tidak hanya dapat dilihat dari kandungan atau klaim nutrisinya, tetapi juga dari bagaimana ayam dipelihara dan diperlakukan selama proses produksi






