Apa yang Membuat Konsumen Tertarik Membeli Telur Cage-Free?
Penelitian ini melihat apa saja yang mempengaruhi minat konsumen untuk membeli telur cage-free, yaitu telur yang berasal dari ayam yang dipelihara tanpa menggunakan kandang baterai. Penelitian ini melibatkan 100 responden dan menganalisis tiga faktor utama, yaitu kesadaran terhadap kesejahteraan hewan (Animal Welfare Awareness), manfaat yang dirasakan (Perceived Benefits), dan kewajaran harga (Price Fairness).
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut tidak memiliki pengaruh yang sama terhadap minat beli konsumen.
Kesadaran terhadap kesejahteraan hewan belum menjadi alasan utama konsumen untuk membeli telur cage-free. Meskipun konsumen dapat memiliki perhatian terhadap kesejahteraan hewan, kepedulian tersebut belum tentu langsung membuat mereka memilih atau membeli produk cage-free. Kondisi ini menunjukkan adanya jarak antara kepedulian dan perilaku pembelian.
Sebaliknya, manfaat yang dirasakan konsumen memiliki pengaruh positif terhadap minat beli. Ketika konsumen melihat bahwa telur cage-free memberikan manfaat seperti kualitas, keamanan pangan, kesehatan, nilai tambah, serta rasa nyaman karena produk dihasilkan dengan memperhatikan kesejahteraan hewan, minat untuk membeli juga meningkat.
Faktor yang paling kuat dalam penelitian ini adalah kewajaran harga. Konsumen tidak hanya melihat apakah harga telur cage-free lebih mahal, tetapi juga mempertimbangkan apakah harga tersebut sebanding dengan manfaat dan kualitas yang mereka dapatkan. Artinya, konsumen cenderung lebih terbuka terhadap harga yang lebih tinggi ketika mereka memahami alasan di balik harga tersebut.
Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumen yang berbelanja di minimarket dan supermarket cenderung memiliki kemauan membayar lebih tinggi. Hal ini menjadi peluang untuk memperkenalkan telur cage-free melalui kemasan, label, informasi produk, dan materi komunikasi di area penjualan.
Apa Artinya bagi Pasar Telur Cage-Free?
Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia lebih mempertimbangkan nilai dan manfaat produk ketika memutuskan untuk membeli telur cage-free.
Karena itu, edukasi mengenai telur cage-free tidak cukup hanya membahas kesejahteraan hewan. Informasi mengenai kualitas produk, keamanan pangan, manfaat bagi konsumen, serta alasan di balik harga juga perlu disampaikan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami.
Dengan komunikasi yang tepat, konsumen dapat lebih memahami apa yang mereka dapatkan dari telur cage-free dan mengapa produk tersebut memiliki nilai yang berbeda dibandingkan telur konvensional.
Kerjasama penelitian Perkumpulan Ayam Sejahtera Indonesia (PASI) bersama dengan Aditya Prima Yudha, S.Pi., M.M. Akademisi & Peneliti .