EGG-CONOMICS: Bedah Kelayakan Ekonomi Pasar ‘Bertelur dengan Bebas’ di Jakarta
Perkumpulan Ayam Sejahtera Indonesia (PASI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “EGG-CONOMICS: Bedah Kelayakan Ekonomi Pasar ‘Bertelur dengan Bebas’ di Jakarta” pada Selasa, 30 Juni 2026 di Crove Coffee Bogor. Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, peternak, organisasi masyarakat sipil, dan PASI, untuk membahas peluang serta tantangan pengembangan pasar telur ayam bebas sangkar (cage-free eggs) di Indonesia. FGD berfokus pada kesenjangan antara meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kesejahteraan hewan dengan keputusan pembelian nyata di pasar.
Hasil diskusi menunjukkan bahwa peluang pasar cage-free eggs cukup terbuka, khususnya di kalangan konsumen muda berusia 18–29 tahun dan masyarakat urban. Sebanyak 55% responden dalam riset yang dipaparkan menyatakan bersedia membayar 10–20% lebih mahal untuk telur cage-free. Namun, harga, persepsi manfaat, keterjangkauan, serta keterbatasan akses menjadi tantangan utama dalam mendorong konsumen dari willingness to pay menuju action to pay. Dari sisi produksi, peternak juga menghadapi tingginya biaya operasional, terutama pakan, sementara penetrasi pasar dan serapan konsumen masih perlu diperkuat.
Melalui FGD ini, PASI bersama para peserta merumuskan sejumlah langkah strategis, antara lain memperkuat edukasi mengenai manfaat fungsional dan keamanan pangan, mendorong pilot project penjualan cage-free eggs di ritel modern, serta memperkuat kolaborasi antara produsen, pemerintah, akademisi, NGO, dan ritel. Diskusi ini menegaskan bahwa pengembangan pasar cage-free eggs membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar kesadaran masyarakat dapat berkembang menjadi perubahan perilaku konsumsi, sekaligus membuka peluang bagi terbentuknya pasar telur yang lebih etis dan berkelanjutan di Indonesia.





